Pages

Kamis, 17 Mei 2012

Pornografi Dapat Merusak Otak?


Jaman sekarang masih suk tongkrongin pornografi? Please deh.. Hehe.. Hati-hati.. selain bikin dosa, juga bias mempengaruhi kerja otakmu lho. Kecanduan pornografi bisa mengakibatkan jaringan otak mengecil dan fungsinya terganggu. Hal ini sudah diteliti oleh seorang ahli bedah syaraf dari Rumah Sakit San Antonio Amerika Serikat, Donald L Hilton Jr MD. Kecanduan terhadap pornografi mengakibatkan otak bagian tengah depan yang disebut Ventral Tegmental Aret (VTA) secara fisik mengecil (serem banget!)
 
“Pornografi menimbulkan perubahan konstan pada neurotransmitter dan melemahkan fungsi control. Ini yang membuat orang-orang yang sudah kecanduan tidak bisa lagi mengontrol perilakunya, “terang Hilton.  Selain itu, pornografi juga menimbulkan gangguan memori. Pada tahap tertentu kecanduan akan mengakibatkan tindakan impulsive, ekskalasi kecandunan, desentisisasi dan akhirnya penurunan perilaku. “Dan kerusakan otak akibat kecanduan pornografi adalah yang paling berat. Lebih berat dari kecanduan kokain, “kata Hilton lagi.
 
Untuk menyembuhkan kecanduan, bisa dengan pemberian motivasi pribadi untuk memacu semangat penderita guna melepaskan diri dari kecanduan. Peningkatan dalam kehidupan spiritualitas juga membantu. Kalo kita lihat Indonesia sudah mengesahkan UU pornografi, namun masih ada juga porno aksi yang berkeliaran. Sungguh sangat memprihatinkan. 66% dari anak-anak sudah menyaksikan pornografi dari berbagai media seperti komik (24%), permainan (185), situs porno (16%), film (14%), cakram digital (10%), telpon genggam (8%) serta majalah dan koran(4-6%).  Survei Komnas Perlindungan Anak terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar pada tahun 2007, hasilnya 97% remaja pernah menonton porno. Mau jadi apa negara kita?
 
Pornografi mampu merusak sel-sel otak, sehingga perilaku dan kemampuan intelegensia akan mengalami gangguan. Pornografi sifatnya setara dengan narkoba, sekali terjun, akan susah untuk lepas darinya. Jadi, jangan coba-coba.

Sumber

0 komentar:

Prod. 2017 Template by : Roberth Fabumasse